Rabu, 28 Desember 2016

PARENTING DARI BALIK BILIK SUNAT (BAG.3)

Bagian 3 Sunat Sarana Anak Menjadi Tangguh

Ketika memasuki area perbelanjaan, pak Satpam mengingatkan ibu-ibu, dengan anak batitanya di dalam troli belanja sambil nyemil, bahwa tidak boleh membawa makanan ke area perbelanjaan. Pilihannya adalah dihabiskan dahulu atau dititipkan di penitipan barang.
Selintas yang saya dengar ibu tersebut berkata pada anaknya ," tuh dimarahi pak satpam kalo bawa makanan, ayo dihabiskan".

Saya hanya prihatin, iya ya...memang enak instan itu. Simple, ga banyak energi yang keluar, habis perkara ! Tinggal bilang kalo pak satpam bakalan marah, udah...anak bakalan diam dan tidak berani menangis karena dalam ancaman.

Alangkah baiknya bila kita menjelaskan pada anak bahwa semua ada aturannya, di tempat belanja ada aturannya, di rumah ada aturannya, bertamu ada aturannya. Indah tapi butuh waktu. Bisa habis waktu berapa tuh untuk menjelaskan begitu pada anak. Hasilnya memang tidak tampak saat ini karena kita sedang membentuk karakternya. Belum lagi harus siap terima resiko anak bakalan nangis, hati ibu jadi gondok, wes buyaaar blonjone , mending muliiih ...kukut wae ;p
Begitu juga ketika anak sunat. Perlu kita jelaskan panjang lebar kemungkinan apa saja yang dirasakan selama proses sunat dilakukan, apakah benar ada nyeri, nyerinya bagaimana, dan lain-lain (bisa dibaca di bagian 2).

Jadi "saklar edukasi" saya bakalan langsung ON begitu mendengar celetukan orangtua yang ingin melimpahkan bahwa nyeri itu hanya urusan dokter. Maka saya akan menyampaikan faktanya dan balik "mengancam" orangtua hehe ..pak/bu silakan ini masih ada waktu sampai hari-H untuk mengkondisikan mental anak.
Karena kita ingin memberinya pengalaman hidup bukan membuat anak lari dari kenyataan nyeri sunat yang bisa diminimalisir.
Dan sesungguhnya akan membuat ketangguhan pribadinya kelak untuk siap menerima apapun tantangan dalam hidupnya.

Ciee sunat nyambung ke filosofi hidup Xixixi
Siap yaa..jadikan anak kita generasi tangguh bagi agama dan bangsa.

Rumah Sunat&Bedah Minor dr.Badrus
Jl.raya bangsal 56 mojokerto
Wa 082143624320
085745998027
Fb : sunat mojokerto
Ig : sunat mojokerto www.sunatmojokerto.blogspot.co.id

#sunatMojokerto
#SunatSmartklamp
#sunatFlashcauter
#sunatGemuk
#sunatDewasa
#sunatBayi
#sunatFimosis
#sunayTanpaJarumSuntik
#sunatPerbaikan
#sunatRumah

Dokter laki
Buka setiap hari 07.00-20.00
Sunat tanpa jarum
Bisa panggilan rumah

#uciuci
#cantengen
#kutil
#mata ikan
#tato
#caplak
#homecare
#sekolahsehat
 

PARENTING DARI BALIK BILIK SUNAT (BAG.2)

Bagian 2. Jangan Bohong

Saya juga sering mendengar ungkapan orangtua yang mengondisikan anaknya agar berani sunat dengan ungkapan " Ngga sakit kok, nanti cepat sembuh, sebentar saja prosesnya "
Maka saya akan mengedukasi orangtua agar bisa menyampaikan fakta yang benar pada anaknya dan tidak menutupinya :)

Pada proses sunat ada beberapa tahapan yang biasanya terasa nyeri, yaitu :
1. Anestesi atau bius lokal.
Ketika menyuntikkan obat bius lokal, wajar akan terasa nyeri ketika jarum suntik menusuk kulit penis.
Hal ini bisa kita siasati dengan menyatakan : "dulu ketika suntik imunisasi kan berani ya...nah rasanya seperti itu, hanya sakit sedikit untuk memasukkan obat sesudah itu tidak terasa" .

2. Ketika membuka perlekatan kulit penis dengan kepala penis.
Tahapan ini dilakukan sesudah obat bius bekerja. Seharusnya memang sudah tidak nyeri tapi sensasi yang terasa ketika membuka perlekatan ini bisa diartikan dengan berbagai respon oleh anak.

3. Membersihkan kotoran penis.
Sesudah perlekatan dibuka, berikutnya adalah membersihkan kotoran penis (smegma) bila ada. Bentuknya seperti batu keciil berwarna putih. Proses ini terasa tapi bisa direspon berbagai macam oleh anak.
Yang saya amati, ketika anak dibohongi bahwa sunat tidak sakit maka ketika disuntik obat bius anak akan berteriak kesakitan dan sepanjang proses sunat akan menangis.

Dugaan saya, anak tersebut ingin mengekspresikan rasa marah, sebal, dan ngambeknya karena ternyata yang diucapkan orangtuanya berbeda dengan fakta yang ada.
Hatinya pun terluka....

Tapi ketika anak sudah diberikan informasi yang benar dan anak siap, otomatis tubuh dan perasaannya akan berusaha menetralisir itu semua dan menjadikan nyeri itu sebagai sesuatu yang wajar. Anak pun bisa mengendalikan dirinya dengan baik dan menjadikan ini pengalaman hidupnya yang berharga.
Banyak juga yang anaknya usia 4 tahun, 5 tahun bisa sunat dengan tenang, tetap ceria, tanpa kesan yang buruk. Ternyata bisa ya.... :)

Yuk para orangtua, kita komunikasikan dengan baik agar anak kita tidak trauma dengan hal ini.
InsyaAllah sunat yang bahagia bisa kita lakukan sehingga kita bisa mengantarkannya dengan sukses menjemput Sunnah Rasulnya






Rumah Sunat&Bedah Minor dr.Badrus
Jl.raya bangsal 56 mojokerto
Wa 082143624320
085745998027
Fb : sunat mojokerto
Ig : sunat mojokerto www.sunatmojokerto.blogspot.co.id

#sunatMojokerto
#SunatSmartklamp
#sunatFlashcauter
#sunatGemuk
#sunatDewasa
#sunatBayi
#sunatFimosis
#sunayTanpaJarumSuntik
#sunatPerbaikan
#sunatRumah

Dokter laki
Buka setiap hari 07.00-20.00
Sunat tanpa jarum
Bisa panggilan rumah

#uciuci
#cantengen
#kutil
#mata ikan
#tato
#caplak
#homecare
#sekolahsehat

PARENTING DARI BALIK BILIK SUNAT (BAG.1)

Bagian 1 . Mental Siap, Sembuh Cepat

Mengamati respon pasien dari balik bilik sunat ternyata bermacam-macam juga. Coba saya tuliskan, semoga berguna.

Ketika berada di barisan terdepan untuk berhadapan langsung dengan orangtua calon pasien sunat, maka selain kelengkapan data dan fisik pasien biasanya pertanyaan standar saya adalah ...
" yang minta sunat anaknya sendiri atau orangtua?"

Mengapa pertanyaan ini penting?
Karena saya ingin menekankan agar proses ini adalah sesuatu yang diinginkan bersama , tidak hanya orangtua saja tapi juga anak.
Saya juga ingin agar orangtua faham bahwa faktor utama dari kelancaran proses sunat dan kecepatan kesembuhan pasca sunat adalah kesiapan mental anak terutama dan juga keluarga. Hehe sunat aja kok ribet,,
Seringkali yang semangat agar anaknya disunat adalah orangtua sehingga lupa untuk mengkondisikan anaknya bahkan cenderung memaksa.

Maka ada 2 tipe anak:
1. Jika anak sudah rela dan menginginkan sunat sepenuh hatinya maka proses selama sunat dilakukan akan berjalan lancar dan hanya memerlukan waktu 15-20 menit. Dan pasca sunat, anak cenderung tenang dan tidak rewel dan tetap beraktivitas.

2. Tapi bila anak belum siap, biasanya anak menjadi panik. Disentuh sedikit saja responnya langsung berteriak kesakitan, lalu orangtua ikutan panik dan membentak anak agar tidak teriak. Hal ini akan semakin membuat ambang nyeri anak meningkat dan nyeri terasa berlebihan walaupun dokter tidak melakukan tindakan apapun.

Karena terlanjur respon tak terkendali, prosesi sunat bisa memanjang 45-60 menit dan banyak plus plus nya..melobi anak, menenangkan anak, dll. Pasca sunat, cenderung lebih rewel karena ingin merajuk dan dimanja. Akhirnya tampak luka tidak sembuh-sembuh.
Begitu juga orangtua, ketenangan orangtua dan keluarga yang serumah akan mempengaruhi proses sunat dan kesembuhan.

Jika tenang, maka orangtua akan woles saja dengan tahapan kesembuhan luka sunat.
Semoga bisa menjadi hikmah bersama untuk mempersiapkan buah hati kita dan mengantarkannya menjemput Sunnah Rasulnya :)
Yang mana tipe anak anda ketika sunat?




Rumah Sunat&Bedah Minor dr.Badrus
Jl.raya bangsal 56 mojokerto
Wa 082143624320
085745998027
Fb : sunat mojokerto
Ig : sunat mojokerto www.sunatmojokerto.blogspot.co.id

#sunatMojokerto
#SunatSmartklamp
#sunatFlashcauter
#sunatGemuk
#sunatDewasa
#sunatBayi
#sunatFimosis
#sunayTanpaJarumSuntik
#sunatPerbaikan
#sunatRumah

Dokter laki
Buka setiap hari 07.00-20.00
Sunat tanpa jarum
Bisa panggilan rumah

#uciuci
#cantengen
#kutil
#mata ikan
#tato
#caplak
#homecare
#sekolahsehat